634 Caleg Bersaing Rebut 55 Kursi DPRD Kaltim

SAMARINDA – Sebanyak 634 Calon Anggota Legislatif (Caleg) terdaftar di KPU Kaltim asal 12 Partai Politik (Parpol) dan bersaing merebut 55 kursi di DPRD Kaltim. Dari data tersebut, 399 Caleg laki-laki dan 235 Caleg perempuan. Jumlah tersebut tak memenuhi kuota 100 persen pencalegan karena terdapat tiga Parpol tidak memenuhi 100 persen kuota DPRD, terdiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 53 Caleg, Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 35 Caleg dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendaftarkan 51 Caleg. Sedangkan sembilan Parpol lain memenuhi 100 persen kuota Caleg.
Komisioner KPU Kaltim, Djofri kepada Koran Kaltim menjelaskan, jika Caleg didaftarkan memenuhi 100 persen kuota setiap Parpol, maka terdapat 660 Caleg yang bersaing memperebutkan 55 kursi di DPRD Kaltim.
“Seharusnya, jika 12 Parpol mendaftarkan 100 persen kuota kursi tersedia, maka total Caleg sebanyak 660 orang. Tapi, ada tiga Parpol tak memenuhi kuota, sehingga terdapat 26 Caleg yang tak terisi dari kuota yang ada,” jelas Djofri kepada Koran Kaltim,kemarin.
Ia mengaku, data Caleg 12 Parpol sedang diverifikasi KPU sejak pendaftaran dan penyerahan berkas Caleg ditutup pada 22 April lalu. Adapun proses selanjutnya, yakni melengkapi berkas yang kurang masih dikoreksi KPU hingga 2 Mei mendatang.
“Untuk masa perbaikan, Parpol dapat menambahkan atau mengurangi nama Caleg sesuai kebijakan masing-masing Parpol,“ jelasnya.
Untuk persentase keterwakilan Caleg perempuan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempati peringkat tertinggi dengan 40 persen dengan mendaftarkan 22 Caleg perempuan. Disusul PKS dengan 20 Caleg perempuan dan Partai Gerindra dengan 21 Caleg perempuan berhasil memenuhi 38 persen keterwakilan perempuan, selanjutnya PBB dengan 19 Caleg perempuan dan 13 Caleg PKPI memenuhi 37 persen keterwakilan perempuan.
“Untuk tujuh Parpol lain juga melebihi kuota 30 persen keterwakilan perempuan. Seperti PAN, Hanura, Demokrat, Golkar, Nasional Demokrat, PPP dan PDI Perjuangan. Kuota tertinggi 40 persen dan terendah 36 persen. Khusus di Kaltim, tidak ada yang 30 persen,” sebutnya.
Terkait pengunduran diri Caleg, Djofri menambahkan bagi Parpol saat verifikasi terdapat Caleg yang mengundurkan diri diperbolehkan untuk dilakukan pergantian dengan nama lain.
“Misalnya, Caleg perempuan yang mengundurkan diri maka boleh mengajukan calon cadangan laki-laki bisa saja menggantikan Caleg lain, selama memenuhi kuota 30 persen di setiap Daerah Pemilihan. Berbeda jika nama Caleg telah masuk dalam Daftar Calon Tetap, ketika ada calon yang mengundurkan diri maka bersangkutan tak dapat diganti, namun tetap diperbolehkan mundur,“ tambahnya. (fac413)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger
PT MEDIA BANGUN BERSAMA

View Desktop Version

Email
Print
WP Socializer Aakash Web