KPU Pastikan Akurasi Perolehan Suara Caleg

TANA PASER – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Paser Eka Yusda Indrawan menegaskan bahwa peringkat perolehan suara calon legislatif (Caleg) tidak akan tertukar.
“Saya meyakinkan kepada KPPS, PPS, PPK, dan KPU Kabupaten Paser serta saya sendiri bahwa peringkat perolehan suara itu tidak akan tertukar. Secara regulasi, jika terjadi penukaran nama caleg, maka termasuk dalam salah satu pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai bentuk pidana,” ucapnya.
Dari segi aturan, dalam Pileg 2014. anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terpilih adalah caleg peringkat teratas berdasarkan jumlah perolehan suara di setiap Parpolnya masing – masing, baik DPR – RI (Republik Indonesia-red), DPRD tingkat I maupun DPRD tingkat II. Bukan berdasarkan nomor urut caleg lagi.
“Alokasi kursi sesuai dengan Dapilnya masing – masing, secara teknis, pada awalnya perolehan suara dari tiap caleg diakumulasi menjadi jumlah suara parpolnya untuk menentukan berapa jumlah kursi yang diperoleh parpol. Selanjutnya, penentuan peringkat dari perolehan suara caleg untuk menentukan yang berhak duduk,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, ada 4 Dapil di Kabupaten Paser, yaitu, Dapil 1 (Kecamatan Longkali dan Kecamatan Long Ikis), Dapil 2 (Kecamatan Kuaro, Kecamatan Batu Sopang, Kecamatan Muara Komam dan Kecamatan Muara Samu), Dapil 3 (Kecamatan Tanah Grogot) serta Dapil 4 (Kecamatan Paser Belengkong, Kecamatan Batu Engau dan Kecamatan Tanjung Harapan).
KPU Kabupaten Paser telah membuat pemetaan politik untuk dapil yang berpotensi akan timbul masalah. Untuk empat dapil yang ada di Kabupaten Paser ini, disinyalir ada beberapa dapil yang bakal timbul permasalahan (rawan konflik-red) dan jadi perhatian serius.
“Kami di KPU sendiri sudah ada pemetaan potensi yang akan bermasalah. Misalnya, Dapil X, parpol ‘A’ dapat 1000 suara, yang harus diantisipasi oleh penyelenggara pemilu itu, nomor caleg dengan namanya jangan sampai tertukar perolehan suaranya, karena nantinya bakal susah untuk melacaknya,” lanjutnya.
Sedangkan untuk legislator terpilih dan telah dilantik. Dalam perjalanannya, parpol dapat melaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW). Akan tetapi, bukan berarti parpol dapat secara bebas memilih siapa yang akan menggantikan legislator tersebut.
“Secara aturan boleh untuk PAW, tapi bukan berarti ranking terbawah dari jumlah perolehan suara yang mesti naik. Tapi lebih kepada peringkat berikutnya dari perolehan suara terbanyak yang akan menggantikannya,” tandasnya. (sur214)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger
Comments Closed

Komentar ditutup.

PT MEDIA BANGUN BERSAMA

View Desktop Version

Email
Print
WP Socializer Aakash Web