Dipublish: 14 Juni 2013, 22:26

Unikarta Keluhkan Syarat dan Waktu Pengurusan

Beasiswa Pemkab Kukar 2013

TENGGARONG – Niat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memberikan Bantuan  Penunjang Biaya Pendidikan 2013 atau biasa dikenal dengan beasiswa  memang patut diapresiasi. Sayangnya, syarat pengurusan yang dipinta Pemkab dinilai kurang tepat diterapkan di lapangan. Utamanya dari segi efektivitas waktu.
Hal ini dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Supriyadi.
Menurutnya, pengumuman penerimaan berkas bantuan yang dimulai 13 Juni- 5 Juli ini tidak tepat. Ini dikarenakan, saat ini, mahasiswa di Unikarta sebagian besar belum memiliki Kartu Hasil Semester (KHS). Sebab, sebagian Fakultas di Unikarta belum melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Terkecuali Fisipol yang sedang melangsungkan UAS.
Selain itu, waktu penerimaan berkas juga menjadi kendala. Mahasiswa kemungkinan menerima KHS pada September mendatang atau dua bulan setelah UAS. “Kenapa demikian, pertama karena mahasiswa semester II tidak akan bisa mengurus bantuan ini karena mereka belum memiliki KHS  semester II, kecuali ketika setelah naik ke semester III baru ada KHS semester II,” katanya.
Kedua, lanjut Supriyadi, pembatasan pemberian bantuan yang hanya sampai semester IX juga patut dicermati. Pasalnya, mahasiswa semester X atau semester yang mendekati akhir butuh dana penyusunan skripsi dan persiapan wisuda.
Selain itu, kata Supriyadi, Pemkab Kukar melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) juga mestinya melakukan komunikasi dengan pihak-pihak fakultas. “Selama ini, belum ada koordinasi tentang pengeluaran bantuan ini. Kami mengharapkan, ada komunikasi agar nantinya tidak terjadi miskomunikasi,” katanya.
Terpisah, Kabag Kesra, M Arsad didampingin kasubag PPOK Upa Permana mengatakan, penerimaan berkas untuk bantuan biaya penunjangan pendidikan ini memang sengaja dilaksanakan mulai13 Juni- 5 Juli karena harus menyusuaikan dengan mekanisme penganggaran di APBD-Perubahan.
“Jika nanti ditunggu hingga September, maka mekanisme penganggaran akan telat. Itu sebabnya kita menganggarkan saat ini. Sedangkan untuk semester II saat ini, bisa saja mengurus bantuan dan untuk KHS-nya nanti bisa menyusul, mungkin dengan menggunakan keterangan dari fakultas masing-masing,” akunya.
Untuk semester pembatasan sampai semester IX, ini dilakukan karena ada keterbatasan dana dan agar bantuan ini memang tepat sasaran. “Semester III-IX kan masih masa-masa aktif kuliah,” paparnya.(ami)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger